Suka nonton serial animasi Naruto? Serial yang dikenal mulai booming pada tahun 2005 ini bercerita tentang seorang ninja yang hiperaktif, periang, dan ambisius yang ingin mewujudkan mimpinya untuk mendapat gelar hokage (pemimpin dan ninja terkuat di desanya). Mengingat serial ini memiliki rating yang cukup tinggi dalam dunia perfilman, banyak orang kemudian penasaran seperti apa cara produksinya, bagaimana mendesain tokohnya, bahkan cara pemasarannya. Dibalik semua itu, ada tim animator handal yang bekerja keras mewujudkan hiburan menarik bagi masyarakat luas. Kesuksesan serial Naruto bisa dibilang berhasil membangkitkan minat anak muda untuk mengetahui lebih lanjut tentang industri animasi.
Dewasa ini kita juga menyaksikan, industri animasi kian moncer didukung oleh peradaban digital yang semakin berkembang. Sektor animasi merupakan bagian dari industri kreatif. Pertumbuhan industri animasi di Indonesia meningkat pesat dalam kurun waktu 2015 – 2019, yaitu sekitar 153 % dengan rata-rata kenaikan 26 % pertahun (katadata, 2022). Kondisi tersebut diperkuat oleh semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka jurusan animasi, dengan begitu proyeksi lahirnya animator-animator unggul yang berpotensi menciptakan anime-anime berkualitas, meningkat.
‘’Ada 8 kampus yang memiliki jurusan animasi, rata-rata
untuk jenjang pendidikan D-IV. Di beberapa kampus lain, Studi Animasi merupakan
bagian dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).’’
Sudah banyak anak bangsa yang berhasil menjadi animator-animator internasional. Sebut saja Roni Gani yang pernah menangani beberapa judul serial animasi seperti Avengers: Age of Ultron (2015) dan Pasific Rim (2013). Kemudian ada Griselda Sastrawinata yang pernah terlibat dalam produksi beberapa film animasi seperti Kung Fu Panda 2 (2011)., Frozen 2 (2019), Moana (2016) dll. Lalu ada Rini Sugianto yang sukses menggarap Iron Man 3 (2013), Ready Player One (2018) dan masih banyak lagi.
Khusus di Indonesia, ada 8 kampus yang memiliki jurusan Animasi, rata-rata untuk jenjang pendidikan D4. Kedelapan kampus tersebut adalah Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta, Politeknik Multimedia Nusantara, Universitas Negeri Padang, Politeknik Sains Seni Rekakresi, Politeknik Negeri Batam, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Dian Nuswantoro. Di beberapa kampus lain, Studi Animasi merupakan bagian dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Akan tetapi, aslinya jurusan Animasi memiliki peminatan tersendiri seperti film animasi dan game animasi.
Jurusan Animasi hadir untuk membekali mahasiswa dengan kreatifitas dan profesionalitas yang aplikatif di bidang animasi. Sebagai jurusan yang terbilang unik, jurusan animasi di beberapa kampus memiliki kesamaan tujuan, garis besarnya adalah menghasilkan SDM yang unggul dalam perencanaan, perangcangan, dan pembuatan produk animasi baik 2D, 3D, 4D bahkan 5D. Untuk memproduksi sebuah animasi diperlukan kreativitas tingkat tinggi agar ide-ide tersebut dapat dikomersialkan.
Kurikulum Jurusan Animasi
Berhubung di Indonesia jurusan Animasi hanya di buka untuk jenjang pendidikan D3 dan D4, maka masa studi yang akan ditempuh oleh mahasiswa jurusan Animasi adalah 6 semester untuk program D3, dan 8 semester untuk program D4 serta beban studi yang akan diterima sekitar 146 SKS. Adapun gelar yang akan diperoleh yaitu Sarjana Seni (S.Sn). Untuk Mata Kuliah yang akan dipelajari dapat disimak pada gambar berikut.
Terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat ya 🙂
