Ahli Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility pernah mengungkapkan bahwa sebanyak 87% mahasiswa di Indonesia mengaku salah jurusan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan skeptis, kok bisa terjadi?
Alasannya tidak melulu soal minat, bakat dan potensi diri yang kurang dipahami, umumnya memang banyak mahasiswa yang asal memilih jurusan karena tidak tahu persis bakat apa yang dimilikinya. Faktor lain yang bikin tercengang adalah adanya paksaan dari orang tua yang menginginkan anaknya mengambil jurusan tertentu meskipun sang anak tidak menaruh minat pada jurusan tersebut. Tidak menutup kemungkinan bahwa adanya program beasiswa pada suatu jurusan juga berpengaruh dalam hal ini.
Fenomena yang lazim ini menimbulkan persepsi yang kurang tepat bagi jurusan-jurusan yang menjadi batu loncatan akibat keputusan salah memilih jurusan. Point of View (PoV) dari orang-orang yang menyesali jurusan tertentu secara tidak langsung mengurangi minat publik untuk memilih jurusan tersebut. Adapun jurusan-jurusan yang kerap menjadi sasaran dari keputusan salah memilih jurusan, antara lain:
a. Seni Rupa
Banyak lulusannya merasa sulit mendapatkan pekerjaan tetap dengan gaji stabil jika hanya mengandalkan idealisme seni. Tantangan finansial dan karir ini menimbulkan penyesalan yang mendalam bagi sebagian lulusan jurusan Seni Rupa. Dilansir dari laman Campuspedia, sebanyak 72% mahasiswa menyesal mengambil jurusan seni, khususnya seni rupa. Keterbatasan peluang karir menjadi alasan utamanya.
b. Sosiologi
Ilmunya menarik untuk memahami dunia, tapi sulit diterjemahkan ke dalam lowongan kerja, itulah jurusan sosiologi. Pilihan karir bagi lulusan sosiologi sangat sempit, sebab tidak banyak institusi maupun perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan latar belakang sosiologi. Tak jarang bagi mereka yang akhirnya memutuskan bekerja di luar bidang tersebut harus menempa dirinya dengan skill tambahan secara otodidak.
c. Biologi
Bekerja di laboratorium dengan gaji yang kadang tidak sebanding dengan kerumitan ilmunya membuat jurusan ini banyak disesali oleh para lulusannya. Banyak alumninya yang tidak memilki perencanaan karir yang jelas sehingga merasa bahwa jurusan tersebut kurang menghasilkan secara finansial.
d. Sastra
Entah itu sastra Indonesia, sastra Inggris, Sastra Jerman Pokoknya Jurusan ini sangat menantang secara ekonomi. Lulusannya sering merasa keahlian mereka dalam menganalisis puisi atau sejarah sastra kurang relevan dengan kebutuhan pasar kerja modern. Stigma sosial yang melekat tentang keahlian berbahasa bisa dipelajari sendiri seringkali mempersempit peluang karir bagi lulusan jurusan Sastra.
e. Pendidikan
Jurusan ini disesali karena Beban administrasi yang banyak dan tanggung jawab moral yang besar seringkali tidak dibarengi dengan gaji yang layak. Banyak cuitan-cuitan di sosial media yang mengeluhkan kecilnya gaji guru dan dosen di Indonesia.
Tapi yang kuliah di jurusan-jurusan tersebut, bukan berarti ilmunya tidak bermanfaat, hanya saja ekspektasi gajinya tidak sesuai dan lowongan kerja seringkali tidak bersahabat.
Artikel Terkait: Jurusan Ini Cocok Untukmu Yang Pelihara Hewan
Itulah beberapa jurusan yang biasanya disesali oleh para lulusannya. In this economy, jika kamu calon mahasiswa baru dan ingin kuliah dijurusan-jurusan tersebut, ada baiknya kamu memilki perencanaan karir yang jelas sebelum jauh melangkah. Mencari referensi dari berbagai sumber atau bertanya kepada lulusan terdahulu juga diperlukan untuk mengumpulkan insight yang bisa membantu pengambilan keputusan yang tepat.
Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya 🙂
