Kolaborasi Pendidikan dan Pajak Untuk Stabilitas Ekonomi
Peran pajak sebagai perajut asa anak bangsa sangat signifikan. Hal ini juga tercermin dari besaran dana pendidikan yang diterima...
You can learn anything, for free, for everyone, forever.
- Khan Academy

Itulah kalimat mutiara yang menjadi slogan sebuah organisasi pendidikan non profit di California dalam menjalankan misi sosialnya. Ungkapan tersebut merupakan gambaran semangat pendiri Khan Academy untuk memotivasi setiap orang agar belajar tanpa batas meskipun biaya kadang menjadi masalah, karena akan selalu ada jalan untuk orang-orang yang menuntut ilmu. Salah satunya melalui beasiswa.

Ibarat menemukan cahaya dalam kegelapan, beasiswa menjamin dana pendidikan yang tidaklah murah. Siapa pun bisa mendaftar, namun hanya orang-orang terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi awardee-nya. Istilahnya, mendapatkan secercah cahaya untuk menyongsong masa depan yang diharapkan cemerlang.

Bantuan biaya pendidikan ini banyak jenisnya dan tidak pernah sepi peminat. Tak kurang dari puluhan ribu pendaftar setiap tahunnya berjuang untuk diterima meskipun harus melewati berbagai tahapan seleksi dengan persyaratan yang lumayan kompleks. Kesempatan itu jugalah yang tidak dilewatkan oleh Marcus, seorang anak muda Papua yang tahun ini ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister.

Sore itu, ia bersiap menunggu pengumuman tahap akhir seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ini merupakan kali kedua ia mendaftar LPDP setelah tahun lalu dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Akan tetapi dengan tekad yang kuat ingin melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, ia tidak menyerah untuk terus mencoba. Baginya, pendidikan merupakan instrumen penting untuk mengubah taraf kehidupan ia dan keluarganya. Dengan berpendidikan tinggi, ia berharap dapat memperoleh pekerjaan yang layak sehingga bisa meloloskan diri dari jurang kemiskinan.

Kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi dilaluinya dengan jalan berliku mengingat ia berasal dari keluarga yang kurang mampu secara finansial. Maka mendaftar beasiswa adalah satu-satunya cara untuk dapat merealisasikan mimpi dan menggapai citanya. Tidak hanya LPDP, beasiswa lain pun tak luput ia coba. Salah satunya ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan bantuan beasiswa unggulan dari Kemendikbud-Ristek pada tahun 2019.

Kali ini ia memutuskan untuk mendaftar LPDP kategori Beasiswa Putra-Putri Papua yang dikhususkan untuk orang-orang asli Papua. Detik-detik yang mendebarkan itu pun tiba, dan kejutan. Ia berhasil lolos seleksi tahap akhir, “selamat anda telah lulus seleksi substansi” begitulah pemberitahuannya.

Pajak dan Redistribusinya

Semua program beasiswa yang dicanangkan oleh pemerintah, bukan hanya wujud uluran tangan yang digelontorkan begitu saja. Ada jejak-jejak gotong royong masyarakat dalam bentuk pajak yang ikut berpartisipasi.

Sebagaimana diketahui, pajak yang dipungut oleh negara memiliki peranan penting untuk menunjang kehidupan bernegara. Satu diantaranya yaitu sebagai fungsi redistribusi yang digunakan untuk membiayai segala kepentingan umum, termasuk pembangunan nasional dalam bidang pendidikan. Beasiswa LPDP yang diperoleh Marcus dan puluhan ribu putra-putri Indonesia lainnya merupakan contoh dari fungsi redistribusi pajak.

Sudah lebih dari 35.536 orang yang terbantu biaya pendidikannya melalui beasiswa LPDP sepanjang tahun 2013-2023. Sri Mulyani dalam LPDP Edufair mengatakan bahwa beasiswa LPDP berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang salah satu sumbernya adalah pajak (31/1/2017). Hingga akhir tahun 2022, LPDP diproyeksikan telah mengelola dana pendidikan sebesar 119.11 triliun rupiah. Artinya peran pajak sebagai perajut asa anak bangsa sangat signifikan.

Hal ini juga tercermin dari besaran dana pendidikan yang diterima oleh setiap awardee LPDP yang jumlahnya cukup fantastis. Beasiswa LPDP bahkan sanggup membiayai dana pendidikan awardee-nya yang kuliah di kampus-kampus dengan SPP termahal di dunia, sebut saja Columbia University, Johns Hopkins University, Darmouth College, Oxford University, Stanford University, dan Duke University yang biaya kuliah tahunannya hampir mencapai 1 miliar rupiah.

Investasi Pendidikan

Apiknya kinerja LPDP membuat pemerintah terus menambah kuota untuk penerima beasiswa ini, dari yang awalnya disediakan kuota sebanyak 3.256 orang, ditingkatkan menjadi 7.000 orang pada tahun 2023. Penambahan kuota tersebut diimbangi dengan perluasan program LPDP yakni beasiswa untuk dokter spesialis, beasiswa untuk program vokasi, dan beasiswa co-funding.

Strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan sebenarnya sudah dimulai sejak masa kemerdekaan, secara implisit tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa. Berbagai upaya dilakukan untuk menjalankan amanat tersebut, salah satunya diwujudkan dalam penyediaan alokasi dana APBN khusus bidang pendidikan sebanyak 20% setiap tahunnya.

Seturut dengan itu pemerintah juga meyakini bahwa pendidikan dapat memutus mata rantai kemiskinan. Reformasi sosial dan akademik ini secara masif juga didukung oleh beberapa kebijakan terkait seperti UU Nomor 22/1999, Permendikbud Nomor 3/2020 dan Perpres Nomor 68/2022. Lebih dari itu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pendidikan adalah kunci utama bagi suatu negara untuk bisa maju, karena pendidikan merupakan inti dan suatu pokok program yang sangat menentukan kualitas SDM (16/2/2022).

SDM yang berkualitas dengan pendidikan yang mumpuni terbukti dapat meningkatkan daya saing bangsa di segala bidang yang pada akhirnya berimplikasi pada stabilitas ekonomi suatu negara. Beberapa negara maju seperti USA, Singapore, dan Jepang telah menunjukkan hal demikian.

Indonesia sebagai negara berkembang terus berusaha mengejar ketertinggalannya, sehingga diperlukan partisipasi dari seluruh warga negara untuk mendukung strategi tersebut minimal dengan rutin membayar pajak. Lancar tidaknya pajak mempengaruhi jumlah dana yang digelontorkan untuk biaya pendidikan.

Konsep investasi pendidikan dalam peningkatan kualitas SDM memberikan kontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi, dengan asumsi semakin tinggi tingkat pendidikan individu maka semakin tinggi pula produktivitas tenaga kerja, sehingga mempengaruhi stabilitas ekonomi individu maupun negara secara umum.


*Artikel ini telah dimuat di media online Radarntt.co dan diterbitkan dalam buku Pajak dalam Stabilitas Ekonomi 50 Karya Terbaik Lomba Menulis Artikel Pajak dalam rangka Hari Pajak 2023 oleh Direktoral Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI.

ditulis ole 2