Indonesia tak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, namun juga sederet perguruan tinggi bergengsi yang penuh sejarah. Berdasarkan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), ada 4.416 perguruan tinggi di Indonesia hingga Desember 2024. Beberapa di antaranya bahkan didirikan sebelum Indonesia merdeka.
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, kampus-kampus tersebut berkembang begitu pesat dan menjadi idaman calon mahasiswa baru. Lantas, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana saja yang menjadi kampus tertua di Indonesia? Simak selengkapnya pada artikel ini ya!
1. Universitas Indonesia (UI)
Mulanya UI didirikan pada tahun 1849 dengan nama Nood-Universiteit di masa pendudukan Belanda. Lalu berganti nama menjadi Universiteit van Indonesie pada tahun 1947. Universiteit van Indonesie kemudian disatukan menjadi Universiteit Indonesie pada tahun 1950. Saat itu, UI mempunyai mempunyai Fakultas Kedokteran, Hukum, Sastra dan Filsafat di Jakarta. Sementara itu, Fakultas Teknik terletak di Bandung, Fakultas Pertanian di Bogor, Fakultas Kedokteran Gigi di Surabaya, serta Fakultas Ekonomi ada di Makasar.
Seiring perkembangannya, Fakultas-fakultas yang berada diluar Jakarta menjadi universitas-universitas terpisah dalam rentang tahun 1954 – 1963 (ui.ac.id). Karena tonggak sejarahnya yang panjang tak jarang UI disebut-sebut sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia.
Kini, UI memiliki 14 Fakultas, 2 Sekolah, dan 1 Program Vokasi. Adapun ke-14 Fakultas tersebut antara lain; Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakulta Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, dan Fakultas Ilmu Komputer.
2. Universitas Airlangga (UNAIR)
Dokter Djawa School atau Sekolah Dokter Jawa yang didirikan di Batavia pada tahun 1851 adalah cikal bakal lahirnya UNAIR. Kemudian pada tahun 1902 direorganisasi menjadi School Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) dan pada tahun 1913 didirikan sekolah Dokter di Surabaya bernama Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) oleh pemerintah Belanda. NIAS inilah yang menjadi cikal bakal Fakultas Kedokteran UNAIR.
Dalam perjalanan sejarahnya, UNAIR mulai diresmikan sebagai universitas berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 57 Tahun 1954 tentang Pendirian Universitas Airlangga per tanggal 1 November 1954. Saat itu UNAIR memiliki 5 Fakultas antara lain; Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Hukum yang berkedudukan di Surabaya (Cabang FH UGM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan berkedudukan di Malang, dan Fakultas Sastra yang berkedudukan di Denpasar-Bali (unair.ac.id).
Seiring berjalannya waktu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Malang berkembang sebagai embrio berdirinya Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang dan kini menjadi Universitas Negeri Malang (UM). Sedangkan Fakultas Sastra di Denpasar kemudian melepas diri dari Universitas Airlangga dan menjadi bagian dari sejarah berdirinya Universitas Udayana (unair.ac.id). Kini, UNAIR memiliki 15 Fakultas dan 1 Sekolah dengan menyelenggarakan 187 program studi.
3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
ITB didirikan dengan nama de Tehniche Hogeschool te Bandung (TH) pada tahun 1920 oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang terbatas pada masa itu. Lalu pada tahun 1924, ITB berganti status dari swasta menjadi instansi pemerintah (Goodstats, 30/11/2023). Kemudian saat pendudukan Jepang pada 1944 -1945, TH berubah nama menjadi Bandung Kogyo Daigaku (BKD) dan menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung setelah Indonesia merdeka (itb.ac.id).
Setelah sejarah panjang antara tahun 1946 – 1959 yang dihiasi suasana penuh dinamika mengemban misi pegabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, akhirnya pada 2 Maret 1959 pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB). Kini, ITB memiliki 12 Fakultas dan menyelenggarakan 137 program studi dan 113 kelompok keahlian.
Adapun Fakultas dan Sekolah yang dimiliki oleh ITB antara lain; Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Fakultas MIPA, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Sekolah Farmasi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika.
4. Institut Pertanian Bogor (IPB)
IPB Menjadi kampus pelopor lahirnya Fakultas Pertanian di Indonesia. Cikal bakal IPB dimulai sejak didirikannya Pendidikan Tinggi Pertanian pertama pada tahun 1940. Dahulu, IPB bernama Sekolah Pertanian atau Landbouw Hogeschool, kemudian berganti nama menjadi Institut Pertanian Bogor pada tahun 1963.
Saat ini, IPB memiliki 9 Fakultas, 36 Departemen, dan 21 Pusat Studi yang menyelenggarakan 159 program studi sarjana dan pascasarjana, serta 18 program keahlian pendidikan diploma. Fakultas dan Sekolah yang dimiliki oleh IPB yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Fakultas Ekologi Manusia, Sekolah Bisnis, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, dan Sekolah Vokasi.
5. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Lahir dari perjuangan revolusi kemerdekaan bangsa Indonesia, UGM diresmikan pada tahun 1949 oleh pemerintah RI dan didaulat sebagai Balai Nasional Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional (ugm.ac.id).
UGM merupakan kampus pertama yang diresmikan oleh pemerintah RI. Awalnya bernama Universitas Negeri Gadjah Mada yang merupakan gabungan dari beberapa sekolah tinggi yang telah lebih dulu ada di Yogyakarta dan sekitarnya, seperti Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Teknik, dan Akademi Ilmu Politik yang terletak di Yogyakarta, Balai Pendidikan Ahli Hukum di Solo, serta Perguruan Tinggi Kedokteran Bagian Praklinis di Klaten. Pengabungan ini disahkan dalam Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949 tentang Peraturan Penggabungan Perguruan Tinggi menjadi Universiteit.
Awalnya UGM hanya memiliki 6 Fakultas, kini UGM memiliki 18 Fakultas dan 2 Sekolah. Fakultas-fakultas yang dimiliki UGM diantaranya; Fakultas Biologi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Farmasi, Fakultas Filsafat, Fakultas Geografi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Fakultas Kehutanan, Fakultas MIPA, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Pertanian, Sekolah Pascasarjana, dan Sekolah Vokasi.
Artikel Terkait: 7 Kampus Terbaik Yang Ada Di Luar Jawa
Itulah 5 Perguruan Tinggi Negeri Tertua di Indonesia dan selalu menjadi primadona para calon mahasiswa baru. Adakah kampusmu?
Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya 🙂










