Inovasi Digital Untuk Efisiensi Perpustakaan
Perpustakaan digital harus terus berinovasi agar tetap relevan, efisien dan kompetitif sesuai perkembangan zaman...

Pergeseran kebiasaan membaca dari buku fisik ke buku digital adalah fenomena yang tak terelakkan di era digital ini. Dampaknya kian terasa setelah banyak toko buku di Indonesia menutup gerainya secara permanen beberapa tahun terakhir. Sebut saja toko buku Gunung Agung yang telah beroperasi selama hampir 70 tahun, memutuskan untuk menutup seluruh gerainya pada akhir tahun 2023 lalu.

Sebelumnya, langkah serupa telah dilakukan oleh toko buku Books and Beyond yang menutup toko fisiknya secara permanen pada Mei 2023 setelah 15 tahun beroperasi. Kini Books and Beyond sepenuhnya melanjutkan bisnisnya via daring. Kemudian, toko buku Togamas juga menutup gerainya di kota Solo sejak Juni 2022, walaupun 9 cabang yang berada di kota-kota lainnya masih beroperasi. Begitu juga dengan toko buku Kinokuniya yang tidak beroperasi lagi di cabang Plaza Senayan terhitung mulai April 2021. Akan tetapi Kinokuniya masih punya 2 cabang lainnya yang beroperasi hingga kini.

Dua persoalan mendesak kemudian muncul, pertama, akankah perpustakaan kehilangan eksistensinya seiring bergesernya kebiasaan membaca pemustaka, dan yang kedua bagaimana solusi untuk menarik minat pemustaka agar tetap mau mengunjungi perpustakaan?

Persoalan pertama tentang transformasi peran perpustakaan telah diadaptasi secara proaktif oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dengan meluncurkan layanan Indonesian Digital Library Network (IDLN) pada tahun 2002. IDLN memungkinkan pemustaka dapat mengakses koleksi buku dan dokumen digital yang tersedia. Kini, Perpusnas mengembangkan layanan digitalnya melalui platform iPunas. Hal serupa juga dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 dengan meluncurkan EPerpusdikbud, yakni layanan perpustakaan digital berbasis cloud computing.

Mathias

Inovasi yang sama juga telah diterapkan oleh berbagai intansi lainnya, seperti Bank Indonesia yang meluncurkan iBI Library, Kompas Gramedia meluncurkan Gramedia Digital, Penerbit Mizan dengan platform Rakata, serta perpustakaan-perpustakaan daerah yang kini juga merambah ke layanan digital seperti iJakarta milik perpustakaan DKI Jakarta.

Dengan gencarnya aksi adaptasi layanan dari perpustakaan konvensional ke perpustakaan digital, maka eksistensi perpustakaan sebagai jantung pengetahuan tetap terjaga. Kebutuhan literasi pemustaka tetap bisa teratasi meski kebiasaan membaca telah bergeser.

Kehadiran perpustakaan digital memberikan banyak keuntungan bagi pemustaka. Kemudahan akses, fitur pencarian yang canggih, fleksibel, ramah lingkungan, cepat dan otomatis akan memberikan pengalaman pengguna yang berbeda dibandingkan mengunjungi perpustakaan fisik. Untuk meningkatkan aksesibilitasnya, perpustakaan digital harus terus berinovasi agar tetap relevan, efisien dan kompetitif sesuai perkembangan zaman.

Minat Berkurang

Di sisi lain, digitalisasi membuat kunjungan ke perpustakaan menurun. Perpusnas melaporkan pada April 2023 hanya ada 680 kunjungan offline ke perpustakaan umum nasional tersebut. Sedangkan pada awal hingga pertengahan Mei 2023 terdapat 412 kunjungan, menurun 39,41% dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini dengan jelas menunjukkan bahwa minat pemustaka untuk berada secara fisik di perpustakaan berkurang drastis.

Diperlukan langkah kolektif untuk meningkatkan kembali minat pemustaka agar tetap mau berkunjung ke perpustakaan. Salah satu cara yang dapat diimplemetasikan adalah penyempurnaan fasilitas dan penerapan kebijakan yang inklusi.

Perpustakaan perlu merancang ruang yang ramah pengunjung, interior yang modern dan nyaman, dilengkapi dengan co-working space untuk menarik minat pemustaka yang cenderung mencari tempat yang menawarkan keunikan. Melalui penyempurnaan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pemustaka, maka perpustakaan dapat menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi yang menarik bagi pemustaka. Selanjutnya, perpustakaan harus dapat memastikan bahwa layanannya memiliki akses yang sama dan setara bagi setiap pengunjung.[*]

Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya 🙂

ditulis ole 2