“Statistical Literacy’ is the ability to understand and critically evaluate statistical results that permeate our daily lives – coupled with the ability to appreciate the contributions that statistical thinking can make in public and private, professional and personal decisions” – Katherine K. Wallman, 1993
Itulah yang dikatakan oleh Wallman dalam pidato kepresidenan kepada American Statistical Association tahun 1993. Tidak semata-mata mencangkup kemampuan berhitung, tapi juga berkaitan dengan pengambilan keputusan dan analisis resiko dalam kehidupan sehari-hari, literasi statistik sejatinya harus dipahami oleh masyarakat secara umum. Kita perlu menyadari pentingnya literasi statistik. Secara spesifik kita tidak dapat membuat keputusan berdasarkan data yang valid jika tidak memahami statistik.
Sejak tahun 2016, secara tidak langsung pemerintah Indonesia mewajibkan masyarakat melek literasi statistik melalui Gerakan Literasi Nasional (GLN). Undang-udang Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) menjadi penegasan kebijakan pemerintah untuk mendorong kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai fondasi literasi. Lembaga negara independen seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun juga mengkampanyekan literasi untuk membekali masyarakat dengan kemampuan analisis informasi tentang isu-isu kehidupan, khususnya literasi statistik yang berkaitan dengan inklusi keuangan.
Statistik Dalam Kehidupan
Statistik bukan sekedar ilmu pengetahuan, akan tetapi nadi dalam berbagai sektor kehidupan. Dalam bidang pendidikan misalnya, statistik digunakan untuk mengukur prestasi dan kinerja siswa, mengembangkan kurikulum, mengevaluasi dan merencanakan program pembelajaran, serta pengambilan keputusan administratif. Dalam bidang kesehatan, peranannya tidak kalah penting, statistik digunakan untuk memprediksi tren penyakit, menganalisis status kesehatan masyarakat, mengevaluasi efektivitas program kesehatan, merencanakan pelayanan kesehatan, mengembangkan obat dan terapi, serta dasar publikasi ilmiah.
Dalam bidang ekonomi dan bisnis, statistik juga memiliki peran krusial untuk memprediksi tren pasar, mengendalikan kualitas produk, mengoptimalkan alokasi sumber daya, merancang strategi pemasaran dan investasi, serta mengukur inflasi. Sedangkan dalam bidang pemerintahan, statistik sangat penting untuk perencanaan, pemantauan, dan pengambilan keputusan negara seperti terlaksananya sensus penduduk untuk perencanaan wilayah dan alokasi sumber daya, perhitungan pajak, prediksi hasil pemilu, pengukur kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pengaplikasian statistik sangat luas, hampir berbagai fenomena dari berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan literasi statistik.
Tidak menutup kemungkinan kita juga dapat mengambil contoh di dunia global. The National Assesment of Education Progress (NAEP, 2005) dengan progresif mengaplikasikan konsep statistik untuk mengembangkan standar pembelajaran dengan meningkatkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan analisis data dan probabilitas dalam ujian NAEP. Irlandia dan Republik Malta juga sukses mempromosikan gerakan nasional literasi statistik di negaranya masing-masing.
Artikel Terkait: Mengulik Jurusan Akuntansi, Untukmu Yang Hobi Hitung Duit
Irlandia dengan Education Outreach Programme – melalui Central Statistic Office (CSO) merancang investasi masa depan yang menargetkan tiga kelompok terbatas, seperti pendidikan dasar dan menengah, pendidikan tinggi dan pendidikan profesional lanjut, serta media dan pengambilan kebijakan. Untuk mencapai tujuan program tersebut, CSO mendorong kerjasama nasional dan internasional di mana target kuncinya adalah pengguna statistika. Salah satu bentuk pengaplikasiannya yang cukup menarik perhatian adalah, CSO mengorganisir pelatihan visual untuk profesional dengan membuat masing-masing kelompok mengeksplorasi bagaimana bercerita menggunakan bilangan.
Sementara itu, Republik Malta dengan kebijakan Policy On the Promotion of Statistical Literacy – melalui The National Statistics Office (NSO) menekankan pemahaman yang baik tentang statistik untuk merancang konsep, metodologi, dan interpretasi data yang akurat dan efektif. Langkah aktif yang ditempuh NSO untuk mempromosikan literasi statistik di masyarakat adalah pengaplikasiannya dalam berbagai kebijakan umum, kebijakan praktis, dan meningkatkan literasi statistika melalui media masa.
Masalah Fundamental
Masalah fundamental literasi statistik di Indonesia saat ini bukan hanya sekedar tinggi rendahnya peringkat menurut survei PISA maupun lembaga pemeringkatan lainnya. Jika dicermati lebih mendalam, literasi statistik menuntut kemampuan untuk bisa membuat dan mengkomunikasikan pesan yang ada. Kita dituntut untuk melek statistik agar memiliki sense terhadap data dan informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat.
Di era digital, informasi begitu mudah tersebar melalui berbagai media. Entah itu informasi yang benar maupun informasi palsu atau hoax. Karenanya, kita harus bijak mengolah informasi yang berseliweran setiap saat. Informasi yang kita peroleh bisa menjadi kekuatan jika kita pandai menelaahnya dengan baik. Sebaliknya jika tidak, maka informasi bisa menjadi bumerang yang menyesatkan. Kondisi ini pernah ditekankan oleh Salsabila et.al (2008) terkait pentingnya keterampilan mecermati informasi di tengah-tengah masyarakat.
Ironisnya, hingga saat ini masih sering kita temui orang-orang yang mudah terprovokasi oleh informasi hoax. Segelintir oknum yang suka menyalahgunakan teknologi informasi untuk menyebarkan berita yang tidak benar juga masih berseliweran. Kasus Ratna Serumpaet (2018) yang menyebarkan hoax penganiayaan, hoax penculikan anak berumur 1 sampai 12 tahun (2020) yang menimbulkan ketakutan masif masyarakat, hoax Pilkada yang memecah belah persatuan bangsa, hoax gempa susulan Palu (2018) adalah contoh misinformasi yang pernah menimbulkan keresahan dan menggemparkan Indonesia Raya.
Disinilah pentingnya daya kritis masyarakat untuk menelaah berbagai informasi yang beredar. Sebab bentuk penipuan yang bermaksud untuk membuat kekacauan seperti beredarnya berita bohong, kabar burung, atau informasi palsu dan sejenisnya akan selalu ada seiring mudahnya akses media informasi. Perlu kasadaran dari diri sendiri untuk memfilter dan mengevaluasi informasi agar senantiasa terhindar dari berita hoax. Pemahaman statistik yang benar, aplikasi yang tepat, dan interpretasi data yang akurat adalah kunci sukses bagi semua pihak untuk meningkatkan literasi statistik di Indonesia.
