Sejak pembangunannya dimulai, Ibu Kota Nusantara (IKN) berpotensi mempengaruhi berbagai aspek, termasuk bidang pendidikan. IKN diharapkan dapat mendorong inovasi dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Untuk mengatasi hal tersebut sekaligus upaya mewujudkan visi IKN sebagai kota dunia untuk semua, para peneliti dan praktisi pendidikan dari sejumlah lembaga pun berkolaborasi untuk menyusun Peta Jalan Pendidikan yang berfungsi untuk mengarahkan pengembangan pelayanan pendidikan di IKN sejak saat ini hingga tahun 2045 mendatang.
Peta Jalan Pendidikan IKN umumnya dicanangkan untuk menghasilkan generasi unggul menuju Indonesia emas. Misi mulia tersebut disambut baik oleh berbagai institusi di Indonesia, termasuk Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pada peringatan Dies Natalisnya yang ke-60 tahun 2024 lalu, UNESA memaparkan salah satu rencana besarnya ke depan ialah melebarkan sayapnya dengan membuka cabang kampus baru di IKN.
Kampus yang dikenal dengan sebutan rumah para juara itu gencar melakukan berbagai terobosan pendidikan untuk memberikan kontribusi positif menuju Indonesia emas 2045. Jadi tidak heran jika UNESA langsung menangkap peluang untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi warga negara di wilayah IKN. Diketahui, UNESA mulai berdiri pada tahun 1964 yang merupakan cikal bakal dari IKIP Surabaya. Hingga kini UNESA telah menghasilkan sekitar 80.000 lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rencana
Gambaran pembahasan pembangunan antara jajaran UNESA dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjelaskan bahwa UNESA kampus IKN rencananya mulai dibangun tahun 2025. Alokasi lahan sekitar 4 hektar yang dekat dengan jantung IKN telah disiapkan untuk merealisasikan pembangunan kampus tersebut.
“Pembangunannya mungkin tahun depan sudah mulai disiapkan. Ini masih kami rapatkan dan bahas lebih lanjut bersama jajaran terkait termasuk pihak OIKN," ucap Rektor UNESA, Prof. Nurhasan dalam peringatan Dies Natalis UNESA ke-60 pada 21 Agustus 2024 lalu.
Kabarnya, UNESA akan menjadi PTN pertama yang membuka kampus di IKN. Selain beberapa kampus Asing seperti Stanford University Amerika Serikat dan Central Queesland University Australia yang juga berminat membuka cabang di IKN.
Keberanian UNESA membangun kampus di IKN sangat diapresiasi oleh OIKN. Deputi bidang sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat OIKN, Alimuddin juga menyampaikan bahwa UNESA luar biasa berani mengambil sikap di antara ketidakpastian. Ia berharap bahwa kolaborasi UNESA dan IKN semakin memajukan bangsa dan negara.
Seperti dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa alasan kenapa UNESA tertarik membuka kampus di IKN antara lain; (1) Memenuhi amanah pemerintah dalam peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, khususnya di wilayah IKN; (2) UNESA ingin memastikan bahwa guru-guru di IKN memiliki kompetensi kelas dunia; (3) Untuk mendukung pengembangan IKN yang ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta didukung oleh SDM unggul; dan (4) Menciptakan superhub ekonomi baru di Indonesia.
Untuk menunjang keberlangsungan pendidikan tinggi di IKN, rencananya UNESA akan membuka jurusan yang relevan dengan kebutuhan masa depan, seperti teknik dan pertambangan. Akan tetapi hingga artikel ini ditulis, belum ada kejelasan dari UNESA akan membuka berapa banyak program studi dan jurusan apa saja di IKN. Saat ini, UNESA sendiri telah memiliki 8 Fakultas dengan 195 program studi yang meliputi S1 reguler, S1 terapan, dan Pascasarjana (S2, S3, Profesi) di kampus utamanya.
Itulah sedikit info tentang pembangunan UNESA kampus IKN. So! Apakah kamu tertarik untuk menjadi mahasiswanya?
Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya 🙂
