Bicara Itu Ada Seninya, Sebuah Resensi!
Menjadi pembicara yang baik membutuhkan perhatian yang mendalam terhadap lawan bicara dan keterbukaan diri kita kepada mereka...

Larry King, seorang broadcaster ulung yang mampu menyedot perhatian banyak penonton dengan gaya bicaranya, membagikan tips dan mengupas rahasia komunikasi yang efektif dalam bukunya yang berjudul “Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja.” Buku yang menjadi international best seller tersebut adalah pedoman yang tepat bagi siapa saja yang ingin memiliki keterampilan berbicara yang bagus. Larry King dengan kepiawaiannya dalam bertutur kata mewariskan legacy bagi para pembaca agar dapat menjadi pembicara yang memesona dan pendengar yang baik.

Sinopsis :

Di dalamnya pembaca akan disuguhi dengan panduan keberhasilan berkomunikasi dalam berbagai situasi, kriteria percakapan yang baik dan buruk dengan lawan bicara, strategi berpidato dan presentasi, bagaimana memanfaatkan humor dalam percakapan, hingga kisah-kisah klasik para komunikator dunia.

Mengawali tulisannya dengan secuil kisah perjalanan karirnya, Larry King meracik buku tersebut menggunakan diksi kata yang menarik dan mudah dipahami oleh para pembaca. Bahasanya mengalir dengan alur yang tertata.

Analisis Isi :

Debut karir berbicara Larry King dimulai pada tahun 1957 di sebuah stasiun radio kecil bernama WAHR yang terletak di Miami Beach, USA. Namanya mulai dikenal luas ketika membawakan acara The Larry King Show yang pertama kali disiarkan pada tahun 1978, kemudian berkembang menjadi Larry King Live pada tahun 1985 yang ditayangkan oleh CNN.

Oleh Larry King, pembaca akan diajak untuk menyelami berbagai situasi yang pernah ia alami sepanjang karirnya di dunia broadcasting menggunakan pendekatan yang sederhana dan praktis namun mengena di hati. Buku ini tidak hanya menyajikan kiat-kiat sukses berbicara, akan tetapi juga dapat menjadi sumber inpirasi bagi siapa pun yang ingin meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

Bicara Satu Lawan Satu

Bakat alami saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang sebagai pembicara ulung, perlu latihan yang konsisten dan kemauan belajar yang tinggi. Larry King menafsirkan berbicara ibarat sebuah permainan golf, mengendarai mobil, atau mengelola toko, semakin sering dilakukan maka semakin mahir. Larry King membocorkan seperti apa percakapan yang berhasil dalam bagian ini. Kita harus mengetahui dasar-dasarnya terlebih dahulu. Kejujuran, sikap yang benar, minat terhadap orang lain, dan keterbukaan terhadap diri sendiri menjadi formula yang tepat untuk mencapai keberhasilan dalam berbicara.

Memecahkan Kebekuan

Terkadang kita merasa malu, tidak percaya diri, dan cenderung gugup ketika berbicara di lingkungan sosial atau profesional, apalagi jika di lingkungan itu banyak orang asing dan belum pernah kita jumpai sebelumnya sehingga memunculkan kebekuan dalam diri kita. Pikiran “takut salah bicara” juga seringkali muncul dalam situasi ini.

Larry King memberi petunjuk pada kita bagaimana memulai pembicaraan, mengatasi rasa malu, hal-hal yang harus dihindari, hingga bahasa tubuh yang baik dan benar ketika berbicara dengan orang asing. Mudah, namun cenderung sulit dilakukan, makanya perlu keterbukaan dari pribadi kita untuk mencairkan suasana.

Orang yang anda ajak bicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa anda menikmatinya juga, entah anda merasa sederajat dengan mereka atau tidak.” (halaman 21)

Pembicaraan Sosial

Tentu diantara kita menghadapi situasi yang berbeda-beda dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan hidup menuntut keterlibatan kita dalam percakapan. Entah itu suasana kumpul-kumpul, pesta, sekolah, bahkan suasana duka sekalipun. Kita perlu memahami bagaimana berbicara dalam berbagai situasi.

Pada bagian ini Larry King menjabarkan teknik menggiring percakapan, bagaimana mengakhiri percakapan, topik-topik pembicaraan yang pantas dalam berbagai situasi, hingga bagaimana seharusnya kita melemparkan pertanyaan pada lawan bicara. Di tengah tulisannya, ia menambahkan bahwa – pertanyaan yang baik adalah yang mempunyai daya tarik bagi setiap orang, dan menembus batas-batas generasi, pendidikan, maupun strata sosial (halaman 53).

Delapan Hal Yang Dimiliki Pembicara Terbaik

Larry King kemudian mengupas ciri-ciri yang dimiliki oleh pembicara yang sukses dan bagaimana pembaca harus belajar dari mereka. Tentu tidak mengherankan, jika sebagian besar orang sukses juga merupakan pembicara yang sukses. Namun tahu kah kamu? Bagaimana mereka mengembangkan kemampuan untuk berbicara dengan baik? Jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita temukan pada chapter ini.

Beberapa tokoh besar seperti Bill Clinton, Harry Truman, Lyndon Johnson, Martin Luther King Jr, dan Frank Sinatra serta banyak lagi, menjadi bintang pembahasan yang menarik di bagian ini. Gambaran cerita dari tokoh-tokoh tersebut dapat menjadi refleksi bagi para pembaca untuk meningkatkan antusiasme dalam mengembangkan keterampilan berbicara.

Percakapan Trendi dan Ketetapan Bahasa Politis

Untuk itu, menjadi pembicara yang memikat banyak orang dengan kata-kata terkadang tidak mudah bagi sebagian orang. Kita harus memahami bermacam-macam hambatan komunikasi, memilih kata yang tepat, serta kebiasaan-kebiasaan berbicara dalam keseharian. Apa pun yang dibicarakan, hendaknya kita merencanakan kalimat kedua di dalam pikiran, selagi kita mengucapkan kalimat pertama, begitu seterusnya (halaman 105).

Selain menjabarkan kebiasaan buruk dalam berpidato dan ketepatan bahasa politis, bagian ini juga menjelaskan seperti apa kata-kata yang muluk, kata-kata trendi, dan kata-kata tanpa arti dalam percakapan.

Pembicaraan Bisnis

Dengan menguasai seni berbicara, bidang apapun yang digeluti tidak jadi masalah. Bakat Larry King dalam berkomunikasi juga mampu menaklukan pembicaraan bisnis. Tentu ada perbedaan mendasar antara berbicara dengan orang-orang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan berbicara dengan klien bisnis.

Untuk pembaca yang terbiasa dengan atmosfer bisnis, poin-poin penting seperti; seni menjual, pertemuan dan presentasi, seni mengelak, hingga hal-hal mendasar dalam bisnis dapat ditemui pada chapter ini.

Satu kutipan yang memorable dalam chapter ini adalah “Ketahuilah apa yang sedang anda jual dan tutuplah negosiasi penjualan anda – jangan terus menjual.” (halaman 125)

Tamu Terbaik dan Terburuk Saya Serta Alasannya

Di panggung Larry King Live, sang broadcaster ulung tersebut telah mewawancarai tokoh dari berbagai latar belakang sosial maupun keilmuan dengan berbagai topik yang up to date pada zamanya. Di sinilah pembaca dapat menemukan perbedaan gaya bicara antara satu tokoh dengan tokoh lainnya.

Blooper dan Cara Mengatasinya

Keseleo lidah, terpeleset kata ketika berbicara pernah dialami oleh siapa saja. Nah disini, Larry King mengajari kita bagaimana mengatasi blooper-blooper seperti munculnya “aaa......eeee.....” yang secara spontan keluar begitu saja saat bercakap. Kita harus mempersiapkan diri menghadapi kesalahan tersebut dan melanjutkan pertunjukkan jika sedang menjadi pembicara di acara apa pun.

Saya Harus Bebuat Apa? Teknik Berpidato

Melalui buku ini juga, Larry King tak lupa membagikan rahasia-rahasia dalam berpidato. Ia menyampaikan, kita perlu mengontrol seperti apa anggapan kita terhadap public speaking. Itulah salah satu kuncinya. Larry King sendiri tidak pernah menganggap public speaking berbeda dengan jenis-jenis pembicaraan lainnya, yaitu cara untuk berbagi gagasan dengan orang lain.

Jika para pembaca ingin menjadi pembicara publik yang sukses, maka bicarakanlah hal atau topik yang dipahami. Jangan membuat kesalahan dengan mengambil pokok bahasan yang tidak sepenuhnya dipahami, sebab audiens akan bosan kalau mereka tahu lebih banyak dari pembicara. Selain itu seringkali akan muncul perasaan tidak yakin jika tidak menguasai pokok bahasannya, sehingga kondisi demikian dapat mempengaruhi sikap pembicara.

Lagi? Lebih Jauh Tentang Pembicaraan Publik

Jika sudah menguasai pokok bahasan, tentu pembicara ingin membuat audiens terpikat dengan kata-katanya, bukan? Ketahuilah, sebagai seorang public speaker, aturan penting yang perlu dipahami adalah mengenali audiens, pahami sudut pandang mereka, pastikan minat-minat mereka dan apa yang ingin mereka dengar dari pembicara.

Kalau kata seorang veteran penulis naskah pidato dari Washington, trik sukses berpidato adalah “tusuk mereka dari posisi mereka.” Dalam arti, menusuk dengan kata-kata ya, bukan menusuk pakai senjata tajam. Hehehee!

Perlakuan Kejam dan Luar Biasa: Teknik Bertahan di Radio dan Televisi

Larry King juga mengupas tentang mengubah kabar buruk menjadi kabar baik, mewawancara dan diwawancarai, pendekatan untuk percakapan on air, serta senjata pamungkas lainnya ketika berhadapan dengan media. Lakukan apa yang membuat diri nyaman, beradaptasi dengan perubahan zaman, tidak berpikir negatif, dan mengontrol suara menjadi poin penting yang harus diperhatikan ketika berbicara di hadapan media.

Masa Depan Pembicaraan

Dalam hal ini sudah pasti ada perubahan yang terjadi, sebab masa depan bukan seperti dulu. Permainan kata-kata tentu mengalami perkembangan. Pertanyaannya adalah, apakah berbicara akan ketinggalan zaman?

Sebagian orang khawatir bahwa seni percakapan akan menjadi kuno dikarenakan begitu banyaknya informasi yang dapat diakses dengan gampang melalui berbagai media. Namun Larry King optimis, percakapan akan selalu ada, selama masih ada manusia. Ia memaparkan justru kita akan lebih banyak “berbicara” dari pada sebelumnya dengan adanya dukungan-dukungan peralatan baru tersebut. Intinya, apa pun teknologinya – “Kita semua harus berbicara.” (halaman 261)

Evaluasi :

Selain meaningful, buku ini juga sangat inspiratif. Larry King menyulam setiap helai kata dengan penuh inspirasi, apalagi di beberapa chapter kita dapat menyimak sedikit cerita-cerita menarik dari berbagai tokoh yang pernah singgah ke mimbar bicara Larry King. Semua yang dipaparkan dalam buku ini merupakan pengalaman dan kajian holistik Larry King selama berkiprah di panggung broadcasting kurang lebih 60 tahun.

Karena buku ini dibuat secara ringkas, padat dan jelas, isinya cenderung menyajikan poin-poin penting semata tanpa ilustrasi konflik yang berarti. Akan tetapi secara umum, buku ini lebih dari cukup untuk dijadikan sebagai pegangan jika kamu ingin menjadi public speaker yang baik. Selamat membaca!