Mahalini (25), penyanyi kenamaan Indonesia, melahirkan anak pertamanya pada Februari 2025. Ia dan suaminya Rizky Febian (27) menamai putri pertama mereka dengan Zairee Selina Quinlyn Kareema Febian. Buah hati pasangan penyanyi muda tersebut termasuk generasi pertama Gen Beta yang lahir pada tahun 2025. Sama halnya dengan Leshia Tivana Billar, anak kedua dari pasangan Lesty Kejora (25) dan Rizky Billar (29) yang lahir pada Januari lalu.
2025 merupakan tahun awal kelahiran Gen Beta, yakni generasi yang lahir pada rentang tahun 2025 sampai 2039. Lahirnya Gen Beta menjadi masa penutup bagi kelahiran Gen Alpha (2010 - 2024). Gen Beta yang lahir dan tumbuh di era kecerdasan buatan ini akan menjadi generasi pertama yang sepenuhnya hidup berdampingan dengan teknologi canggih dan Artificial Intelligence (AI).
Gen Beta adalah keturunan dari dua generasi sebelumnya, yaitu anak – anak dari generasi Millennials dan generasi Z. Diperkirakan sekitar 16% dari populasi global akan dihuni oleh Gen Beta pada tahun 2035. Generasi ini akan selalu terhubung satu sama lain. Menjalin persahabatan, belajar, dan bekerja melalui interaksi digital adalah suatu keniscayaan.
Karakteristik Generasi Beta
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang mengalami masa transisi kebangkitan teknologi, Gen Beta cukup dekat dengan teknologi digital dan AI, sebab mereka lahir dan tumbuh di era teknologi semakin berkembang. Inilah yang menjadi penanda bagaimana Gen Beta nantinya akan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi dalam segala lini kehidupan.
Untuk mengetahui lebih lanjut seperti apa karakteristik Gen Beta, berikut rangkumannya dilansir dari berbagai sumber:
1. Mahir Teknologi
Mereka sangat identik dengan kecanggihan digital. Selain AI, Gen Beta juga akan fasih memanfaat augmented reality (AR), virtual reality (VR), Internet of Things (IoT) dan sebagainya dalam keseharian. Dengan demikian Gen Beta akan mengalami otonomi digital dalam skala besar, baik itu di bidang transportasi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan virtual yang imersif dalam aspek kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait: Mitigasi Salah Jurusan Buat Generasi Z
2. Kemampuan Beradaptasi Yang Mumpuni
Lahir di lingkungan masyarakat yang majemuk, diwarnai oleh perubahan trend dan sistem dunia yang kian melejit, Gen Beta akan cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan serta mengatasi perbedaan budaya, identitas, juga perspektif. Untuk itu mereka cenderung lebih terbuka dan toleran terhadap keberagaman dan transformasi sosial.
3. Interkonektivitas Yang Terkesan Terindividualisasi
Meski begitu, terlalu dekat dengan teknologi digital juga kerap memberikan efek samping dalam hubungan sosial. Gen Beta diprediksi akan lebih individualis meski mereka terhubung satu sama lain dalam dunia virtual. Namun privasi dan identitas keamanan digital pribadi tetap menjadi prioritas yang harus dijaga bagi mereka.
4. Kreativitas Tanpa Batas
Kecakapan dalam menggunakan teknologi digital menjadikan Gen Beta lebih mudah menuangkan kreativitasnya. Di samping itu, Gen Beta diperkirakan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat eksplorasi.
Setiap Gen Beta memiliki karakteristik yang unik dan spesifik. Karena baru merupakan prediksi, jadi tidak menutup kemungkinan jika nanti ada faktor tak terduga yang mampu mendorong Gen Beta memiliki karakter unik lainnya. Selamat Datang di dunia Gen Beta. 🙂
